“Pameran Bersama” Jadi Inovasi Untuk Ajak Masyarakat Melestarikan Benda Bersejarah



Sumber : Maria RF

Pameran yang diadakan oleh Museum Negeri Balaputra Dewa Palembang dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-36 sukses mengundang animo masyarakat. Pameran bersama bertajuk “Warisan Budaya dan Sejarah Sumatera Selatan” ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari museum-museum di Sumatera selatan dan 17 Komunitas Pencinta Sejarah.

Peserta tersebut diantaranya diantaranya Museum SMB II, Museum AK Gani, Musem Taman Purbakala Sriwijaya, Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Museum Monpera, Komunitas Kompaks, Komunitas Jeep, Komunitas sepeda Onthel dan masih banyak lagi.

Acara yang berlangsung mulai dari 10 November hingga 19 November 2020 ini memamerkan koleksi benda bersejarah mulai dari zaman kerajaan Sriwijaya hingga era perjuangan kemerdekaan. Pameran yang buka dari jam 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dan dapat dikunjungi secara gratis ini dijadikan sebagai strategi dalam menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke museum.

Dalam pameran tersebut tidak hanya memamerkan koleksi benda bersejarah dari milik museum, namun juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menghibahkan koleksi sejarah miliknya dalam “Pameran Hibah”.

Sumber: Maria RP

Sekitar 3000 benda bersejarah diserahkan oleh warga kepada pihak Museum Negeri Balaputra Dewa untuk disimpan dan dipamerkan. Tujuannya adalah untuk melestarikan barang-barang bersejarah dan untuk menarik perhatian masyarakat sehingga nantinya koleksi bersejarah tersebut tidak sia-sia.

Barang-barang yang dihibahkan pun beraneka ragam mulai dari sepeda onthel, gergaji tangan yang dibuat pada tahun 1945, persenjataan seperti keris, tombak, pedang Palembang yang berusia ratusan tahun hingga perhiasan dan peralatan rumah tangga seperti guci.

Dari banyaknya barang koleksi yang dipamerkan, terdapat salah satu koleksi yang menarik perhatian, yaitu meriam perunggu kuno peninggalan sultan pertama Palembang Darussalam yang dibuat pada akhir abad ke-17. Meriam tersebut bertuliskan kalimat syahadat yang tentu saja menjadi daya tarik dari salah satu koleksi langka yang dipamerkan.

Melalui pameran ini pula diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat dalam hal sejarah khususnya Sumatera Selatan.

Nah buat sobat Genpi terus lestarikan sejarah yang ada di Indonesia ya dengan mengunjungi museum dan belajar sejarah. Salam gas!

Penulis: Maria Rosaly Rafa, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Program Internship Genpinas Tahun 2020.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *