Sumber: liputan6.com

Berwisata bukan hanya berpergian ke alam atau ke tempat-tempat terkenal suatu daerah. Tapi, berwisata juga bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan mengenal identitas daerah yang dikunjungi. Jika melancong ke NTB tidak ada salahnya menyempatkan satu-dua jam untuk berkunjung ke museum, tempat paling tepat “ngepoin” NTB. Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat atau Museum Lombok adalah satu-satunya museum provinsi di Tanah Lombok. Sobat Genpi perlu tahu bahwa NTB ditinggali oleh tiga etnis yang berbeda, antara lain Suku Sasak di Lombok, Suku Samawa di Sumbawa dan Suku Mbojo di Dompu dan Bima. Museum Lombok menyimpan peninggalan dari ketiga suku tersebut ditambah peninggalan dari bangsa China yang sempat berdagang di NTB.

Berbicara soal sejarah Museum Lombok adalah hasil dari kepedulian dan tekad para budayawan, tokoh budaya, pemuka adat dan arkeolog NTB yang gigih ingin mengumpulkan benda bersejarah. Tujuannya untuk menyimpan bukti sejarah dan mempertebal jati diri NTB. Pembangunan museum dirintis mulai tahun 1976 kemudian diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef pada tanggal 23 Januari 1982. Selama 38 tahun usianya, pihak museum berhasil mengumpulkan sebanyak 7698 koleksi. Wah, jumlah yang banyak ya Sobat Genpi.

Sumber : gotravellyhennysusanti

Beberapa koleksi di Museum Lombok juga memiliki keunikan. Ditinjau dari benda yang dituakan, Museum Lombok menyimpan dua jenis barang, antara lain gerabah dan nekara. Adalah gerabah tanpa hias yang ditemukan di Situs Gunung Perintau dan dua buah Nekara dari Pringgasela dan Sumbawa. Keduanya ditemukan tahun 1976. Tidak hanya itu, ternyata ada juga loh benda yang terkenal memiliki nilai mistis. Namanya adalah Paok Jenggi yaitu wadah yang terbuat dari biji mangga dan dianggap keramat. Dikarenakan masyarakat Lombok memiliki kepercayaan animisme dan diamisme maka nenek moyang mereka percaya terhadap benda-benda yang betuknya lain dari biasanya. Konon Paok Jenggi dipercaya mampu membawa kesembuhan bagi orang sakit yag mengambil air dari situ.

Selain benda-benda tersebut, Sobat Genpi dapat melihat-lihat koleksi lainnya di Museum Lombok. Bagian pameran dari Museum Lombok dibagian menjadi dua ruangan besar yaitu Ruang Pameran Tetap lalu menyambung ke Ruang Pameran Utama. Dari lobby pintu masuk, Sobat Genpi disambut oleh awetan buaya muara dari Kabupaten Dompu yang memiliki panjang 4,1 meter dan lebar 1,1 meter. Berdasarkan ukurannya buaya ini tergolong besar sekali, Sobat Genpi. Di sekeliling etalase buaya muara, berjejer etalase flaura dan fauna yang hanya ada di Nusa Tenggara Barat. Adapula batuan vulkanik dan sedimen. Contohnya spesimen tambang batuan hijau Sumbawa dan batu sedimen yang mengamdung tembaga dan emas.

Berjalan lebih dalam masuk Ruang Pameran Utama, di sini terpajang belasan pasang manekin yang mengenakan busana pengantin khas suku-suku di NTB. Terpajang pula busana raja lengkap dengan aksesoris yang digunakan. Pada ruangan ini lebih terisi oleh benda-benda peninggalan dan bersejarah. Sobat Genpi dapat melihat peralatan keseharian tradisional salah satunya Jaran Kumput (alat mangarak anak laki-laki keliling kampung setelah sunat) atau alat tenun wanita Lombok dan Bima. Berbicara mengenai alat tenun, adalah sebuah kewajiban bagi wanita NTB untuk dapat menenum loh Sobat Genpi. Lalu ada pula etalasi mata uang kuno dan naskah kuno / Takepan. Setiap Takepan menyimpan cerita yang berbeda. Selanjutnya ada peninggalan alat transportasi, bentuk aksara NTB (Jejawan, Jontal, Engahimantoi), stampel, gamelan, wayang. Di sebelah utara ruangan ada seni topeng, senjata dan keris, perhiasan, perlengkapan upacara dan ibadah serta benda magis.

Jika tertarik mengunjungi Museum Lombok, Sobat Genpi bisa mampir ke Jl. Panji Tilar Negara no.6, Kota Mataram, NTB di jam 08.00 – 14.00 WITA dari hari Selasa – Minggu. Biaya masuk museum dikenai biaya Rp 4.000.

Ditulis oleh Andrea Aurelia dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada program Magang Genpinas 2020.

sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=ysKm6-FzMC4&t=150s  
http://id.lombokindonesia.org/museum-ntb-lombok/



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *