Mengenal Jejak Sejarah Sri Sultan Hamengku Buwono II Lewat Pameran Temporer Adhyatmaka



Sumber: @kratonjogja.event

Sejarah berdirinya Kesultanan Yogyakarta yang bertahan hingga kini tak lepas dari peran raja terdahulu, Sri Sultan Hamengku Buwono II merupakan raja kedua yang memimpin kesultanan Yogyakarta. Meskipin sudah lebih dari 20 dasawarsa, bentuk legitimasi Sultan kedua masih bisa disaksikan. Kisah inilah yang kemudian diangkat menjadi tema dalam pameran temporer Adhyatmaka yang bertajuk ‘Sang Adiwira: Sri Sultan Hamengku Buwono II”.

Dalam sejarah Kesultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono II yang bernama asli Gusti Raden Mas Sundoro dikenal pula sebagai Bapak Pembangunan Jogja dan saksi dibubarkannya VOC, beliau juga satu-satunya raja yang naik takhta sebanyak 3 kali hingga akhirnya mangkat (meninggal) dan digantikan kembali oleh cicitnya Hamengku Buwono V.

Pameran yang digelar di kompleks plataran kedhaton Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini dibuka mulai 29 Oktober dan akan berakhir pada 31 Januari 2021. Dilansir dari akun instagram resmi @kratonjogja.event pameran ini menampilkan beragam informasi terkait Sri Sultan Hamengku Buwono II sejak sebelum dan setelah bertakhta.

Selain itu dalam pameran Sang Adiwira kali ini akan diselenggarakan pula empat webinar pada bulan November hingga Desember 2020 dengan berbagai tema yang berkaitan dengan sultan kedua Kasultanan Yogyakarta tersebut mulai dari busana, pesanggrahan, alat makan dan arsitektur.

Wisatawan dapat mengunjungi pameran temporer Adhyatmaka ini pada hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00-14.00 WIB dengan membeli tiket seharga Rp. 8.000 untuk tiket pameran dan Rp 15.000 untuk tiket bundling wisata Keraton Yogyakarta dan area pamean Sang Adiwira. Tiket juga bisa dibeli secara online melalui website sangadiwira.alura.id

Dalam Pameran Temporer sang Adiwira, bagian-bagian yang dipamerkan lebih mengisahkan Sri Sultan Hamengku Buwono II sebagai seorang ksatria. Mulai dari busana untuk tari-tarian, busana lawatan hingga busana penobatan raja. Dan tentu saja, dalam pameran nantinya akan ada abdi dalem yang akan memandu para pengunjung agar lebih memahami jejak sejarah Sri Sultan Hamengku Buwono lewat pameran tersebut. Selain busana, pada pameran tersebut juga akan dipamerkan koleksi wayang dan kristal peninggalan beliau.

Selain pameran, Kawadenan Hageng Punakawan Nityabudaya Kraton Ngayogyakarta sebagai penyelenggara pameran juga menampilkan Beksan Sekar Madura yang merupakan tarian yang menggambarkan perayaan kemenangan para prajurit setelah perang pada pembukaan pameran yang digelar secara daring pada 29 Oktober 2020 lalu dan pertunjukan ini bisa dilihat ulang melalui akun youtube resmi mereka.

Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih dalam jejak sejarah Sri Sultan Hamengku Buwono II langsung saja ikuti pamerannya secara offline ataupun online. Kalian bisa datang langsung ke pameran ataupun mengikuti webinar yang akan diselenggarakan melalui zoom yang bisa dilihat jadwalnya melalui akun instagram resmi mereka.

Penulis: Maria Rosaly Rafa, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Program Internship Genpinas Tahun 2020.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *