Sumber Gambar: ernestour.it

Hallo sobat genpi artikel kali ini masih akan membahas informasi seputar slow tourism ya. Setelah sebelumnya dijelaskan mengenai informasi umum mengenai slow tourism maka kali ini kita akan membahas lebih mendalam lagi lho! Nah untuk tema kali ini akan membahas bentuk-bentuk dari kegiatan slow tourism. Pasti kalian akan pada penasaran sebenarnya apa aja sih yang dilakukan dalam menikmati pariwisata secara santuy ini.

Tanpa kalian sadari ternyata dari beberapa aktivitas wisata yang biasa dilakukan juga termasuk ke dalam kegiatan slow tourism lho! Wah pasti pada penasaran kan ya apa aja sih aktivitas slow tourism itu? Daripada kalian makin penasaran yuk simak tulisan di bawah ini:

1. Mobilitas minim karbon

Bagi kalian yang selama ini melakukan perjalanan wisata dengan memilih berjalan kaki, selamat Anda termasuk menjadi bagian kegiatan slow tourism lho! Disadari maupun tidak, mobilitas dengan jalan kaki tidak menghasilkan karbon sama sekali. Nah hal ini sangat bermanfaat dalam pengurangan jumlah emisi karbon yang diakibatkan oleh kegiatan wisata. Selain menghemat pengeluaran selama berlibur, kaian juga turut menjaga lingkungan dan kesehatan kalian lho!

2. Menghormati dan Menghargai budaya lokal

Kegiatan live-in dalam jangka waktu tertentu bisa diartikan sebagai aktivitas slow tourism. Hal ini dapat dijumpai di desa wisata dengan menginap di sana dalam beberapa hari. Nah dengan demikian kalian akan mengenal lebih dalam local genius dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Selain itu, dengan menginap di desa wisata juga memungkinkan adanya transfer knowledge antara ¬host dan guest atau sebaliknya. Dengan demikian kalian bisa lebih menghormati dan menghargai apa yang ada di desa tersebut.

3. Meningkatkan Interaksi dengan masyarakat lokal

Masih terkait dengan poin di atas, menginap di desa wisata juga akan menghasilkan interaksi antara host dan guest lho! Kalian dapat bertukar pengalaman masing-masing yang bermanfaat dalam menambah pengetahuan kalian. Adanya interaksi juga akan meningkatkan kualitas liburan kalian lho! Jangan salah ya meskipun berwisata secara lambat tapi ini akan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas liburan kalian, terlebih lagi kalian bisa menambah relasi baru dengan masyarakat lokal.

Meskipun dari namanya terlihat slow tetapi manfaat yang dihasilkan dari jenis wisata tersebut sangat besar ya! Kalian akan turut serta menjaga lingkungan dengan mengurangi emisi karbon yang biasanya dihasilkan dari aktivitas wisata. Selain itu, kalian juga akan lebih menghargai budaya lokal di sekitar kalian. Oleh karena itu, kalian tidak akan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga hanya cukup berdiam di suatu tempat tetapi dengan kualitas yang tidak didapatkan dari aktivitas pariwisata mainstream.

Sumber:

Heitmann, Sine. “Slow Food, Slow Cities, and Slow Tourism” dalam Robinson, Peter & Heitmann Sine (ed) Research Themes for Tourism. London: Cabi International.

Kontributor Herlambang Eka Persada, Universitas Gadjah Mada, Program internship Genpinas tahun 2020.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *