Sumber : de.wa_

Hamparan lahan lapang itu tertutup rumput. Diapit tebing-tebing tinggi kaki Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lombpobattang. Kawasan ini menjadi salah satu favorit pendaki Indonesia. Lembah Loe namanya. Sama terkenalnya dengan Lembang Ramma di daerahnya, Lembah Loe tidak kalah saing. Berada tepat diantara tebing dua gunung membuat Lembah Loe menyuguhkan panorama tebing yang amat cantik. Bayangkan saja berdiri di tengah hamparan lahan luas yang di kelilingi tebing-tebing tinggi. Suguhan yang cukup mampu membuat kita terbelalak. Tapi untuk menikmati keindahannya, memang diperlukan usaha terlebih dahulu.

Untuk mengawali pendakian ke Lembah Loe, sobat Genpi terlebih dahulu harus pergi ke Makassar. Lalu melanjutkan perjalanan sampai ke di Desa Lengkese, Kabupaten Goa, Sulawesi Selatan. Jalur pendakian Lembah Loe sebenarnya ada dua jalur yaitu Jalur Lengkese atau Jalur Ramma. Jika memilih jalur Desa Lengkese (desa terakhir sebelum Lembah Loe), sobat Genpi dapat menitipkan motor di lahan parkir yang telah disediakan dengan membayar biaya parkir Rp 5.000 dan registrasi Rp 5.000.  Perjalanan dari Desa Lengkese sampai Lembah Loe total memakan waktu sekitar 6 jam berjalan kaki. Terdapat empat bukit yang harus taklukan untuk sampai ke Lembah Loe. Jalan dari desa hingga ke bukit kedua melewati lahan lapang dan hutan, track nya belum menanjak. Hati-hati terbakar sinar matahari saat di lahan lapang. Mulai dari bukit ketiga wisatawan perlu hati-hati karena jalur berganti menjadi terjal berbatu, naik turun, terjal dan miring. Perhatikan setiap langkah dan fokus agar tidak salah berpijak. Kemudian di perjalanan dari bukit tiga ke bukit empat, pendaki akan melewati Danau Tanralili untuk bersinggah dahulu.

Sumber : Enaldin

Danau Tanralili seluas 2 hektare menjadi tempat singgah favorit dan tak jarang terlihat kemah-kemah berdiri di sekitarnya. Pendaki dan masyarakat sekitar biasanya menyebut Danau Tanralili mirip Ranu Kumbolo di Semeru. Berada di ketinggian 1454 mdpl, tentu air di danau ini dingin dan segar. Berada di danau, tebing-tebing kaki gunung makin terlihat gagah dan berundak. Selesai mengambil nafas, perjalanan ke Lembah Loe masih menunggu. Dalam perjalanan dari danau ke Lembah Loe pendaki akan menjumpai banyak sumber air berupa air tejun kecil.

Panorama tebing kini lebih terlihat saat kaki menginjak Lembah Loe. Pemandangan dari bawah amat indah ditemani hawa sejuk dan dingin. Badan sungai terlihat memisah sisi tanah berumput. Hamparan Lembah Loe seluas 3 hektare bebas diselusuri dan dinikmati. Saat pagi hari, embun menyelimuti langit menutupi sinar matahari. Betul-betul suasana alam yang jauh dari gangguan perkotaan.

Bagi sobat Genpi yang ingin melancong ke Lembah Loe, dihimbau untuk mempersiapkan fisik yang baik karena track nya cukup sulit. Lalu disarakan untuk menghindari waktu pendakian saat musim penghujan karena jalur berubah jadi licin dan terkadang terjadi badai. Jadi, sudah siap menaklukan Lembah Loe?

Artikel ini ditulis oleh Andrea Aurelia dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada program magang Genpinas 2020.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *