Sumber : khairulleon.com

Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur mempunyai sebuah danau purba yang indah dan langka. Adalah Danau Kakaban, sang primadona yang merupakan habitat bagi ribuan ubur-ubur dan anemon laut. Pesona bawah air di wisata taman laut Danau Kakaban memberi pengalaman berenang bersama ubur-ubur. Pernahkah sobat Genpi membayangkan berenang bersama ratusan ubur-ubur? Mungkin yang langsung terpikirkan adalah bagaimana jika disengat? Tapi tenang, sobat Genpi tak perlu khawatir karena ubur-ubur di Danau Kakaban telah kehilangan kemampuan menyengat. Danau purba ini mengalami evoluasi panjang akibat pengangkatan tol yang membuat air laut terjebak di tengah pulai dan tak dapat kembali ke laut. Dari situ spesies ubur-ubur yang terjebak beradaptasi dengan ekosistem baru sehingga menjadi tidak menyengat.

Sobat Genpi dapat berenang bersama ubur-ubur berukuran sebesar ujung jari hingga sepanjang 50 cm. Namun disarankan untuk tidak menyentuh ubur-ubur dan berenang dengan tenang. “Ubur-uburnya banyak dan di sana termasuk yang sensitif kalau ada pergerakan yang berlebihan. Jadi tenang saja agar bisa lebih dekat berenang dan melihat ubur-ubur”, jelas Jodi Astriawan, pengunjung Danau Kakaban. Pengunjung juga bisa melihat ubur-ubur dari atas air karena warna air biru kehijauan yang bening. Danau seluas 2,6 x 1,5 kilometer ini tak hanya menjadi rumah bagi ubur-ubur tapi juga biota laut lainnya. Contohnya hewan teripang, spons, kepiting dan ikan yang bebas berenang. Jika menyelam lebih dalam, taman warna-warni anemon dan alga laut menghiasi dasar danau.

Danau Kakaban tergolong danau endemik dan dinominasikan sebagai kawasan situs warisan sejarah oleh UNESCO karena keunikkannya. Faktanya hanya ada dua danau ubur-ubur terbesar dan paling kaya keragamannya di dunia. Danau Kakaban yang memiliki 4 spesies ubur-ubur diperairannya mengalahkan Jellyfish Lake di Palau yang hanya memiliki 2 spesies ubur-ubur. Keempat spesies tersebut adalah ubur-ubur bulan, ubur-ubur terbalik, ubur-ubur totol dan ubur-ubur kotak. Kita perlu berbangga karena di negeri sendiri tersuguh alam yang unik.

Bagi sobat Genpi yang ingin mengunjungi Danau Kakaban, sudah banyak travel yag menyediakan paket wisata perjalanan ke Kepulauan Derawan. Harganya pun cukup bervariasi mulai dari 1,8 juta-an. Perjalanan menuju Kepulauan Derawan ditempuh menggunakan speed boat sekitar 1-2 jam saat air laut tenang. Sesampai di dermaga pulau, perjalanan dilanjut 10 menit jalan kaki melewati hutan mangrove dari dermaga pantai ke dermaga danau. Rute jalan kaki sudah dibuat nyaman melewati jembatan kayu yang di susun rapi. Sebelum memasuki danau, pengunjung dikenakan biaya seikhlasnya untuk biaya perawatan.

Disamping itu, ada beberapa peraturan yang perlu diperhatikan bagi pengunjung antara lain :

1.      Tidak boleh menggunakan fins (kaki katak) karena dapat mengenai ubur-ubur

2.      Tidak diperkenankan memakai sublock atau bahan kimia sejenisnya

3.      Dilarang buah sampah sembarangan

4.      Disarankan untuk berenang dengan tenang dan tidak menyentuh ubur-ubur

Jadi, ada rencana ke Danau Kakaban?

Ditulis oleh Andrea Aurelia dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada program magang Genpinasi 2020.

Sumber :

Traverse.id. Pulau Kakaban : Menyelami Misteri Evolusi Danau Kakaban. Akses melalui http://traverse.id/alam/pulau-kakaban-menyelami-misteri-evolusi-danau-kakaban/@himsaifanah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *